Pages

Subscribe:

Labels

food (8) Family (7) Muslimah (3) anak (2)

Checkout these posts

  • Choco Pancake

    Pancake rasa coklat dengan lelehan susu kental manis dan meises yang lumer di mulut sangat cocok untuk sarapan penuh kalori yang akan memberi energi untuk beraktivitas sepanjang pagi

  • Duis non justo nec auge

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

Monday, November 24, 2014

Demam Dulce de Leche yang Datang Terlambat

Assalamu alaikum Wr Wb

Wah, mulai males lagi nih nge-blog hehehe...

BismiLlah...mari  kita mulai lagi, ya? ya? ya? ^^

Judulnya demam. Ha? Demam? Iya, demam. Bukan demam dalam pengertian penyakit tubuh, tapi lebih cenderung ke...latah...hehehe...Tapi datangnya telat karena orang-orang hebohnya sekitar 2 bulan yang lalu, saya malah baru mau bikin...hihihi

Dulce de Leche ini bahasa keren dari Susu Kental Manis yang direbus beserta kalengnya. Panjang, ya? Hihihi. Sebenarnya tujuan merebus SKM ini beserta kalengnya adalah untuk mengubah gula yg ada di dalam SKM menjadi karamel. Caranya ga hanya dengan direbus beserta kalengnya sih. Bisa juga dengan dipanggang cara Au Bain Marie yaitu SKM diletakkan di loyang yang di bawahnya diberi loyang lagi yang diisi air. Nah lho? Gimana, tuh? Ga tahu juga karena saya ga punya oven hihihi.

Awalnya saya ragu mau bikin Dulce de Leche ini karena resikonya jika air sampai kering atau kaleng tidak terendam, bisa meledak. Meledak? Iya, meledak! Dueeerrrrr gitu. Kalau sudah disampaikan resikonya gitu, saya malah jadi keder. Padahal maksud si penulis kan bagus, ya agar kita berhati-hati. Sayangnya yang mencerna duluan kata-kata itu adalah otak reptil saya, jadilah saya malah takut hehehe

Tiga minggu yang lalu saya beranikan diri beli SKM merk Krimer keluaran Indofood (soalnya murah hehe) untuk dicobakan menjadi DDL. Saya taruh di panci besar. Saya isi dengan air sampai penuh lalu saya masukkan SKM beserta kalengnya, -yang sudah dilepas labelnya, tentunya- jadi kalengnya terendam. Direbuslah sekaleng SKM itu dengan api kecil selama 3,5 jam. Tiap 30 menit saya cek airnya dan saya tambah. Karena merebusnya sore, malam saya hentikan. Besok paginya saya rebus lagi 30 menit. Setelah itu saya matikan dan saya dinginkan sampai sore.

Lalu ketika dibukaaaa...

Tadaaaa...

Inilah dulce de leche yang fenomenal itu. Hmm...rasanya miriip sekali dengan Alpenliebe, legit! Azka suka sekali. Seneng deh emaknya hehe

Sunday, November 23, 2014

Apa yang Menghalangi Rizqi Kita?

Copy paste tanpa edit :

Kita sudah berusaha semaksimal mungkin untuk dapat menggapai rezeki dengan berbagai potensi yang kita miliki. Kemampuan fisik kita mungkin tidak ada yang meragukan dan meremehkan. Pemikiran kita sudah mendapatkan bekal yang sangat cukup. Tak lupa juga kitasenantiasa berdo’a. Tapi mengapa kok rezeki susah banget kita dapatkan. Kita datangi, dia malah menjauh. Sudah ada di hadapan mata, mau kita ambil keburu di duluan yang lain. Sudah ada tangan, tinggal mau menikmati, ada yang merampas dengan kasar. Berlimpah rezeki sudah kita kumpulkan, pengeluaran selalu lebih besar dari pada pemasukkannya. Tanpa diduga, usaha yang dibangun puluhan tahun yang melimpah ruah dalam sekejap bisa lenyap. Ada musibah alam yang tidak kita kehendaki. Ada juga krisis yangmelanda dunia yang berimbas juga terhadap usaha kita.Kalau sudah demikian, apanya yang salah. Apa sebabnya? Berikut bisa kita renungkan, mungkin dan bisa jadi kita mengalami hal ini.

Tahukah kita bahwa Rasullah Shallallahu'alaihi Wasallam telah bersabda, "Seorang hamba dicegah dari rezeki akibat dosa yang diperbuatnya" (HR. Ahmad)

Saudaraku…Tak bosan-bosannya kita bermaksiat, bergelimang dengan dosa. Sadarkah kita bahwa inilah yang menjadi penghalang rezeki itu? Dalam hadits riwayat Ibnu Majah, bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam bersabda, "Wahai segenap Muhajirin, ada lima hal yang membuat aku berlindung kepada Allah subhanahu wa ta'ala dan aku berharap kalian tidak mendapatkannya.

Pertama, tidaklah perbuatan zina tampak pada suatu kaum sehingga mereka akan tertimpa bencana wabah dan penyakit yang tidak pernah ditimpakan kepada orang-orang sebelum mereka.

Kedua, tidaklah suatu kaum mengurangi takaran dan timbangan melainkan mereka akan tertimpa paceklik, masalah ekonomi dan kedurjanaan penguasa.

Ketiga, tidaklah suatu kaum menolak membayar zakat melainkan mereka akam mengalami kemarau panjang. Sekiranya tidak karena binatang, niscaya mereka tidak akan diberi hujan.

Keempat, tidaklah suatu kaum melakukan tipuan (ingkar janji) melainkan akan Allah subhanahu wa ta'ala utus kepada mereka musuh yang akan mengambil sebagian yangmereka miliki.

Kelima, tidaklah para imam (pemimpin) mereka meninggalkan (tidak mengamalkan Al-Qur'an) melainkan akan Allah swt jadikan permusuhan antar mereka. Rasulullah saw juga bersabda :"Jika engkau dapati Allah subhanahu wa ta'ala memberikan limpahan kekayaan kepada seorang hamba padahal hamba itu tetap berada di dalam kemaksiatan, maka tak lain hal itu merupakan penundaan tindakan dari Nya" (HR Ahmad)

Selanjutnya beliau (Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam) membaca ayat yang artinya : "Maka tatkala mereka melupakan peringatan yang telah diberikan kepada mereka, Kami pun membukakan semua pintu-pintu kesenangan untuk mereka, sehingga apabila mereka bergembira dengan apa yang telah diberikan kepada mereka, Kami siksa mereka dengan sekonyong-konyong, maka ketika itu mereka terdiam berputus asa."(QS Al-An'aam : 44)

Imam Ahmad meriwayatkan, Abi Rafi' bercerita bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah melewati pekuburan Baqi. Lalu beliau berkata, "Kotorlah engkau, cis... !" Aku menyangka kiranya beliau maksudkan diriku. Beliau bertutur, "Tidak, cuma inilah kuburan si fulan yang pernah kuutus untuk memungut zakat pada bani fulan lalu dia mencuri baju wol dan kini dia sedang dipakaikan baju yang serupa dari api neraka.

Dalam shahih Muslim dikatakan bahwa Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda : "Penduduk yang di dunia begelimang kesenangan sementara dia itu termasuk ahli neraka dihadirkan pada hari kiamat untuk kemudian dicelup dengan celupan neraka. Kemudian kepada mereka dikatakan, "Hai ibnu Adam, adakah kau lihat kebaikan ?" Dia menjawab, "Wallahi, tidak ya Rabbi !" Dan manusia yang di dunia paling sengsara hidupnya sementara dia itu calon penghuni surga akan dicelup dengan celupan surga. Lalu kepada mereka akan dikatakan, "Hai ibnu Adam, adakah kau peroleh kesengsaraan? Adakah kau temui kegetiran?" Dia menjawab, "Tidak, demi Allah ya Rabbi, tidak kudapati sama sekali."

Sedangkan dalam shahih Muslim Rasulullah Shallallahu'alaihi Wasallam pernah bersabda tentang 3 golongan manusia yang pertama diadili di hari akhir. Golongan pertama adalah mereka yang mati syahid. Diantara mereka wajahnya tersungkur dan diseret ke neraka karena ternyata perang yang telah dilakukannya semata-mata hanya agar disebut pahlawan. Golongan kedua adalah orang yang seringmembaca Al-Qur'an, rajin menuntut ilmu dan senantiasa mengamalkan pengetahuannya. Namun ternyata mereka juga tersungkur dan diseret ke dalam nereka. Mengapa ? Karena ternyata mereka hanya ingin mendapat gelar sebagai orang alim dan pintar. Golongan ketiga adalah seorang laki-laki yang seluruh kekayaannya dia korbankan. Tetapi nasibnya sama dengan kedua golongan sebelumya, ia tersungkur dan diseret ke neraka, karena ia melakukan itu agar dikatakan dermawan.

Saudaraku…..Kita harus menyadari akan hal ini, bahwa kemaksiatan yang telah dilakukan merupakan penghalang rezeki.Akal kita juga tidak akan bisa menerima ilmu jika kita bermasiat, Imam Syafi’i duduk di depan Imam Malik. Dia membacakan sesuatu yang membuat Imam Malik kagum. Imam Malik sangat mengagumi kecepatannya dalam menangkap pelajaran, kecerdasannya dan pemahamannya yang sempurna. Imam Malik berkata, “Aku melihat, Allah telah meletakkan sinar dalam hatimu. Jangan padamkan sinaritu dengan kegelapan maksiat.” Imam Syafi’i menjawab, “Saya mengeluhkan hafalanku yang jelek kepada Waki’. Ia menasehatiku untuk meninggalkan maksiat. Waki’ berkata, "Ketahuilah bahwa ilmu itu anugerah dan anugerah Allah tidak diberikan kepada pelaku maksiat.”

Saudaraku….Seorang mukmin jika berbuat satu dosa, maka ternodalah hatinya dengan senoktah warnahitam. Jika dia bertobat dan beristighfar, hatinya akan kembali putih bersih. Jika ditambah dengan dosa lain, noktah itu pun bertambah hingga menutupi hatinya. Itulah karat yang disebut-sebutAllah dalam ayat, “Sekali-kali tidak (demikian), sebenarnya apa yang selalu mereka usahakan itu menutup hati mereka." (HR Tarmidzi)

Saudaraku….Bukankah kita telah mengikrarkan pengakuan kita sebagaimana dalam surat Al A’raaf ayat 172 yang artinya, “Dan (ingatlah), ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian terhadapjiwa mereka (seraya berfirman): "Bukankah Aku ini Tuhanmu?" Mereka menjawab:"Betul (Engkau Tuhan kami), kami menjadi saksi." (Kami lakukan yang demikian itu) agardi hari kiamat kamu tidak mengatakan: "Sesungguhnya kami (bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini (keesaan Tuhan)",Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam bersabda, "Tidaklah seorang hamba mengucapkan di pagi dan sore hari sebanyak tiga kali, رَضِيْتُ بِاللهِ رَبًّا وَبِالإِسْلاَمِ دِيْنًا وَبِمُحَمَّدٍ نَبِيًّا وَرَسُوْلاً [Aku rela Allah sebagai Rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad shallallahu’alaihi wasallam sebagai Nabi dan Rasul], melainkan sudah menjadi hak Allah untuk meridhainya pada hari Kiamat." (HR. Ahmad)

Kita harus bisa istiqomah dengan keimanan kita. Allah subhanahu wa ta'ala Berfirman:“Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: "Tuhan kamiialah Allah" kemudian mereka meneguhkan pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka dengan mengatakan: "Janganlah kamu takut dan janganlah merasa sedih; dan gembirakanlah mereka dengan jannah yang telah dijanjikan Allah kepadamu." (QS. Fushshilat : 30)

Saudaraku…Kita telah menyadari apa yang telah kita lakukan selama ini. Kini saatnya kita kembali kepada hakikat jalan yang sesungguhnya yang harus kita lalui. Kita harus mengakui dan menjadikan Al Qur’an sebagai pedoman kita sebagaimana dalam QS. Al Baqarah ayat 2. Saatnya kita menapaki jalan Islam, masuk ke dalam secara keseluruhan, kita celupkan diri kita ke dalam nilai-nilai Islam. Dari Abdurrahman bin Abi Laila dari Shuhaib, ia berkata, “Rasulullah shalallahu ‘alaihi wassalam bersabda: “Sungguh menakjubkan urusan seorang mukin, semua urusan baik baginya dan kebaikan ini tidak dimiliki oleh selain seorang mukmin. Apabila mendapat kesenangan ia bersyukur dan itulah yang terbaik untuknya. Dan apabila mendapat musibahia bersabar dan itulah yang terbaik untuknya.” (HR. Imam Muslim)

Bila keimanan telah tertancap dan menghunjam dalam diri. Segala hal apapun menjadi baikbagi kita. Kita akan melihat segala sesuatunya dari kacamata iman. Kita akan bisa mengambil hikmah dari setiap kejadian yang kita alami.Saudaraku… Mari kita beriman dan bertaqwa!Niscaya janji Allah itu benar. Mari kita buktikan. Mari kita menikmati hakikat kekayaan yang sesungguhnya. "Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya. Dan memberi-nya rizki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." (QS. Ath-Thalaq: 2-3). Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya. (QS. Al A'raaf : 96)

Wallahu a’lam bish-shawab.

Sumber : http://e-dakwahsunnah.blogspot.in/2011/06/apa-sebab-rezeki-kita-terhalang.html?m=1

Thursday, November 20, 2014

Brownies Sikut-Sikutan

Assalamu alaikum Wr Wb

Jumpa lagi dengan saya... ^_^

Awalnya saya udah minder mau ikut NCC Brownies Week lagi karena melihat brownies yang mejeng selain saya dahsyat semua, resep maupun fotonya #mewekdipojokan

Sebenarnya kemarin sempat nyoba bikin brownies dengan bahan utama kacang, tanpa tepung sama sekali tapi kesimpulannya adonan harus dikukus dan makannya pakai sendok. Apalagi saya pakai resep triple chocolate punya Ummu Allegra, benyek deh hihihi

Akhirnya saya terinspirasi oleh dua buah lemon yang saya beli hari Jum'at kemarin. Bagaimana kalau saya bikin brownies tapi rasa lemon? Nah, gimana tuh? Googling deh saya, ternyata sudah ada resepnya tapi kebanyakan cake, bukan brownies...oke deh...ga masalah, pakai resep brownies yang pernah saya pakai tapi diganti jadi coklat putih.

Masalah kedua, saya kepikiran jangan-jangan orang rumah pada ga suka rasa lemonnya. Bagaimana kalau saya bikin marble ajah. Tengak tengok page NCC Brownies kayaknya belum ada yang bikin Brownies duet coklat putih dan dark. Okelah...

Berbekal ilmu dari http://www.bbcgoodfood.com/recipes/4677/marbled-chocolate-brownies saya nekat bikin. Nah, kejadian uniknya pas nuang kan barengan, sengaja ga terlalu saya campur adonannya. Pikir saya biar yang coklat hanya dapat semburat putih dan yang putih hanya dapat sedikit saja semburat coklat. Lha setelah jadi malah hanya sedikit sekali yang tercampur. Maka jadilah...

Side by Side Brownies

Bahan adonan lemon :
50gr tepung terigu
20gr susu bubuk putih
100gr white cooking chocolate
1 sdm munjung margarin
3 sdm gula pasir
1 butir telur
1/2 sdt parutan kulit lemon
1/4 sdt baking powder

Bahan adonan coklat :
50gr tepung terigu
20gr coklat bubuk
50gr gula merah, cincang halus
2 sdm gula pasir
100gr dark cooking chocolate
1 sdm munjung margarin
1 butir telur
1/4 sdt baking powder

Topping : Kismis, keju potong dadu

Cara membuat :
1. Siapkan loyang, olesi dengan margarin. Beri kertas roti dan olesi lagi dengan margarin dan taburi tepung terigu tipis-tipis.
2. Lelehkan margarin, masukkan coklat, aduk hingga leleh. Lakukan untuk masing-masing coklat secara terpisah.
3. Panaskan kukusan dengan api sedang.
4. Masukkan gula (dan gula merah untuk adonan coklat) ke dalam masing-masing adonan, aduk rata.
5. Masukkan terigu, coklat bubuk/susu putih bubuk dan baking powder ke dalam masing-masing adonan, aduk rata.
6. Masukkan parutan kulit jeruk lemon ke dalam adonan putih. Aduk.
7. Masukkan telur ke dalam masing-masing adonan, aduk dan pastikan semua bahan tercampur rata.
8. Tuang masing-masing adonan secara bersamaan di tepi loyang. Ambil garpu, buatlah motif marmer di tengah-tengah adonan. Di tengah saja, jangan sampai ke tepi.
9. Taburi dengan kismis di bagian lemon dan keju di bagian coklat. Kukus selama 25 menit api sedang, tes tusuk.
10. Setelah matang, angkat dan dinginkan.

Jadilah Side By Side Brownies alias Brownies sikut-sikutan ini. Siap dinikmati bersama kopi atau teh (kalo yang ikut eFCeh, ga buleh yawh) ^_^ Kini orang rumah bisa memilih mau mencoba rasa yang mana dan merasakan sensasi campuran dari kedua rasa sekaligus.

Yumm!

Monday, November 17, 2014

Wajah Baru

Assalamu alaikum Wr Wb

Humm...segerrrr...itulah kesan pertama saya melihat template baru blog saya ini...
Narsis dikit, yaaa...hehehe

Well, tadinya saya mau ambil template yang ada gambar makanannya biar pada ngiler kalo lagi jalan-jalan ke blog saya inih. Hihihi. Tapi setelah dipikir-pikir...blog ini tidak saya peruntukkan hanya untuk makanan meskipun saat ini mayoritas posts di blog ini adalah tentang makanan. I'm not that expert in cooking or baking. Hari ini saya malah bikin sayur asem keasinan. Hihihi.

Banyak food blog Te O Pe yang tidak bisa saya saingi. Blog Mbak Endang , Mbak Ricke, Mbak Diah Didi, Mbak Rina Audie, Mbak Hesti, dan banyak lagi deh. Blog saya ini nggak ada seujung kukunya food blog yang sudah tenar. Hehehe. Itulah sebabnya saya terus belajar menyempurnakan isi maupun tampilan blog ini agar enak dilihat dan juga enak dibaca serta memberi pengaruh positif bagi yang baca. ^_^

Soal judul dan alamat yang ikut berubah. Hal itu dikarenakan kata suami saya yang paling ganteng sejagad raya, alamat blog yang dulu terkesan ribet. Okelah, kita ganti jadi http://kicauazka.blogspot.com/ agar mudah dibaca dan diingat pemirsah (gaya, kayak ada yang mau baca...hihihi). Judul pun diganti dari Catatan Ummu Azka yang terlalu mainstream menjadi Kicauan Ummu Azka (gubrak! Hampir ga ada bedanya). Hehehe...

Begitulah, sekilas info agar pemirsa tidak kaget dan tidak bingung, hayahhh...

Wassalamu alaikum Wr Wb

Brownies Panggang Teflon Isi Ubi

Assalamu alaikum wr wb

Panjang ya judulnya. Hihihi Ceritanya kemarin pas acara pengajian ibu-ibu, ada yang bawa brownies panggang yang enak sekali. Luarnya kering tapi dalamnya basah. Saking enaknya, saya sampe nyomot 3 biji. Hihihi. Malu-maluin, yah...soalnya di piring saya cuma ada 5 biji.

Itulah untuk pertama kalinya saya suka dengan brownies panggang. Saya pernah "trauma" dengan brownies panggang karena pernah makan merk bakery terkenal di kota saya, browniesnya terlalu garing dan eneg...

Nah, saya jadi ingin buat brownies panggang, deh. Etapi etapi ga punya oven and ga punya mixer. Piye iki?

Saya jadinya mikir, gimana caranya bikin brownies panggang tanpa oven? Aha! Ada wajan teflon. Bisa ga, ya?

Walhasil saya browsing sang sini nyari resep brownies panggang teflon biasa. Dan ternyata...tidak ada, saudara-saudaraa...hiks... Adanya cuma yang pakai double pan. Tapi kan saya ga punya double pan. Adanya wajan teflon kecil dan tutup panci.

Kalau pizza saja bisa dibuat pakai teflon, harusnya brownies juga bisa. Kuncinya adalah api yang super kecil biar tidak gosong bawahnya.

Okelah, berbekal resep dari http://amalkitchen.blogspot.in/2013/12/super-fudgy-brownies-ala-martha-stewart.html?m=1 dan dua biji ubi kuning yang masih teronggok di sudut dapur, saya singsingkan lengan baju untuk percobaan bikin brownies teflon ini.

Ini dia resepnya yang saya otak atik sendiri :
2 sdm munjung margarin
2 bar dark cooking coklat, potong-potong
5 sdm gula pasir
8,5 sdm tepung terigu
1/4 sdt garam
2 sdm coklat bubuk
2 butir telur
2 buah ubi kuning kukus (sekitar 100 gram)

1 sdt baking powder

Choco chips secukupnya

Cara membuat :
1. Kukus ubi sampai matang, haluskan, sisihkan.
2. Cairkan margarin dengan cara di tim, matikan api kemudian masukkan coklat blok (dcc), aduk sampai mencair semua. Masukkan gula pasir, aduk rata.
3. Panaskan wajan teflon dengan api saaaangat kecil.
4. Ayak tepung terigu, garam, baking powder dan coklat bubuk.
5. Campurkan tepung dan telur. Aduk rata dengan spatula/whisker.
6. Masukkan lelehan coklat ke dalam adonan. Aduk hingga tercampur rata.
7. Masukkan setengah adonan ke teflon, tutup dan panggang 3 menit dengan api paling kecil.
8. Buka tutupnya, masukkan ubi yang telah dihaluskan, tuang lagi adonan hingga agak penuh, taburi dengan choco chips, tutup kembali, panggang dengan api paling kecil sampai permukan kering kurang lebih 20 menit, tes tusuk.
9. Angkat dari wajan. Tunggu hingga agak dingin, potong-potong, sajikan.

Hmm...endesss...
Selamat mencoba ^_^

Friday, November 7, 2014

Badge NCC Brownies Week

Assalamu alaikum wr. wb.

AlhamduliLlah, rasanya pengin jingkrak-jingkrak waktu dapat badge ini. Resep saya, si Brownies Isi Ubi Panggang Teflon (yang sebenarnya penyebutannya yang benar adalah Brownies Panggang Teflon Isi Ubi xixixi) akhirnya diterima juga oleh 4Host Manis Legit NCC hehehe.

Kesampaian juga cita-cita bisa manggang brownies skaligus ikutan event NCC Brownies Week. Fyuh! *lap keringat

Daaaan ini artinya sayah akhirnya bisa nyoba bikin brownies sungai nya Ummu Allegra! Yeeeaaay!

Lho, emang sebelum nemu cara manggang brownies pake teflon ga bisa bikin? Ga bisa...ihik ihik. Karena setelah ditanyakan ke sang empunya resep, resep ini tidak cucok untuk dikukus...

Yup yup yup...saatnya kita bebikinan!

See you!

Tuesday, November 4, 2014

Just an Ordinary Choco Pancake

Assalamu alaikum wr wb

AlhamduliLlah masih bisa post di blog...

Pagi-pagi perut sudah keruyukan minta diisi. Gara-garanya, Adik Azfar semalam gelisah tidurnya. Jadi harus ditenangkan dengan ASI. Jadilah emaknya gentayangan pagi-pagi nyari-nyari apa yang bisa diolah untuk makan.

FYI, setelah coba-coba ikut FC, meskipun sekarang lagi vakum, saya dan suami membiasakan diri minum perasan jeruk nipis dicampur air hangat. AlhamduliLlah, maag suami agak berkurang. Sekarang sudah jarang denger suami muntah waktu sikat gigi pagi. Intermezzo...hehehe

Lanjuuut...

Tadi sampai mana?

Oya, setelah nyiapin jeniper (jeruk nipis peras), saya lanjut oprek-oprek dapur. Ternyata bahan untuk bikin Martabak Bolu Coklat kemarin masih ada. AlhamduliLlah, hari ini bisa bikin pancake.

Tadinya mau pakai mangga matang yang dibeli suami hari Sabtu kemarin untuk sausnya. Berhubung tadi colokan pada penuh, jadi blender ga bisa dinyalakan. Heuheuheu...

Oya, untuk menghasilkan pancake yang fluffy, putih telur harus dikocok hingga kaku.

Yuk, kita buat ^_~

Choco Pancake

Bahan :
1 butir telur, pisahkan kuning dan putihnya
10 sdm tepung terigu
1 sdm coklat bubuk
7 sdm gula pasir (atau gula halus)
1/2 sdt garam
1 sdm margarin dicairkan
250 ml susu coklat

Topping :
Margarin/butter
Susu kental manis
Meises

Cara Membuat :
1. Ayak bersama, tepung terigu, garam, coklat bubuk (dan gula halus bila pakai).
2. Campur ayakan tepung dengan kuning telur dan susu hingga rata dan tidak bergumpal.
3. Kocok putih telur hingga kaku, masukkan dalam adonan.
4. Masukkan margarin cair dan gula pasir (jika pakai gula pasir).
5. Panaskan teflon dengan api kecil. Tuang sekitar 2 sendok sayur adonan, tutup. Balik pancake ketika lapisan atas sudah tidak mengkilat/basah.
6. Angkat pancake, oles margarin/butter, beri SKM dan meises, tumpuk lagi dengan pancake, beri topping, lakukan hingga adonan habis.

Hmm...endeusss

Sunday, November 2, 2014

Martabak Bolu Coklat Manis

Assalamu alaikum wr wb

AlhamduliLlah, masih punya kesempatan nulis lagi. Beberapa hari ini memantai grup Food Combining Indonesia di Facebook yang sedang berduka atas meninggalnya Mbak Intan, salah satu membernya, dengan proses yang cepat sekali. Kalau dulu mungkin saya akan berteori ini itu dengan kematian seseorang. AlhamduliLlah, sekarang sudah lebih paham tentang ajal dan qadha Allah. In syaaLlah, tentang itu akan saya buat post  tersendiri.
Anyway, setiap saya melihat grup FCI ini saya jadi sedih. Food Diary saya berantakan sejak zaman Idul Adha. Padahal sejak ikut juklak makan FC, badan terasa lebih sehat dan ringan. Lha, iya...wong diajak makan yang bener aja kok ya malesnya minta ampyun. Semoga Allah masih ngasih kesempatan untuk taubat tanpa kecentok dulu. Hihihi.

Nah, selesai bersedih-sedih ria. Mari kita kembali masak yang nggak sehat tapi nikmat. Nah lho? Huhuhuhu *mewek

Ceritanya di grup NCC lagi booming martabak bolu a la Mbak Rina Rinso dan Mbak Ricke. Nah, karena saya pecinta coklat, saya bikinlah versi coklat, memanfaatkan coklat bubuk Van Houten yang harganya bikin dompet kering. Hihihi

Dikarenakan sebenarnya udah males bebikinan karena sudah malam, si kue yang di Jawa Timur dipanggil Terang Bulan ini hampir saja ga jadi dieksekusi. Biasa, karena kelamaan nyari resep yang ga pake mixer. Takutnya resep yang harusnya pake mixer, mixernya saya skip nanti jadi suskses bantatnya. Hihihi.

Akhirnya, bismiLlahi  tawakkaltu alaLlah, saya nyoba bikin setengah resep MarBol a la Mb Rina Rinso yang saya hancurkan karena otak saya suka lupa dengan detail-detail resep. Hehehe.

Here we go...

Martabak Bolu Coklat

Bahan :
12,5 sdm tepung terigu
1 sdm coklat bubuk
1 sdt baking powder
1 sdt ragi instan (saya pakai Fermipan)
3/4 sdt baking soda
7 sdm gula pasir
Seujung sendok teh garam
150 ml susu coklat cair hangat
1 butir telur
1 sdm margarin cair

Topping :
Margarin
Gula
Susu kental manis
Meises

Cara membuat :
1. Campur ragi dengan susu coklat cair, sisihkan.
2. Ayak bersama tepung terigu, baking powder, coklat bubuk, dan garam.
3. Kocok telur hingga sedikit mengembang, tuang ke dalam tepung, aduk rata.
4. Masukkan gula, margarin cair, dan susu cair ke dalam adonan, aduk hingga tidak ada yang bergerindil. Masukkan baking soda.
5. Panaskan teflon dengan api yang sangat kecil. Tuang adonan, tidak terlalu sedikit dan tidak terlalu banyak. Tutup teflon.
6. Cek adonan, bila mulai berlubang tapi masih basah, taburi dengan sedikit gula, tutup lagi hingga matang, angkat.
7. Olesi atas dan bawah martabak dengan margarin, beri susu kental manis, taburi meises, lipat, potong-potong. Lakukan hingga adonan habis. Sajikan hangat bersama kopi pahit atau teh tawar. Hummm...endeusss.

Friday, October 31, 2014

Cireng Isi Sosis

Waktu eker-eker di dapur, tiba-tiba saya menemukan seplastik tepung sagu seberat seperempat kilo. Hmm...bikin apa, ya?

Bakso? Ga punya daging.

Cilok Malang? Sama, ga ada dagingnya.

Cilok Bandung? Terlalu biasahh...hehe

Pempek? Tengirinya mahal. Hihihi

Aha!
Cireng!

Tapi cireng yang biasa udah pernah buat. Penginnya sih bikin cireng diisi keju tapi, liat dompet kok agak mengenaskan. Ya sudahlah, diisi sosis aja... ^_^

Cireng Isi Sosis

Bahan biang :
75 gr tepung kanji
150 ml air
2 siung bawang putih
Garam secukupnya

Bahan cireng :
120 gr tepung kanji
1 buah daun bawang, iris tipis
Kaldu bubuk bila suka

Isian :
3 buah sosis siap makan, potong sesuai selera.

Cara membuat :
1. Untuk bahan biang >>> Didihkan air, masukkan tepung kanji dalam keadaan api mati, aduk cepat hingga adonan menjadi seperti lem.
2. Campurkan tepung kanji, kaldu bubuk, dan daun bawang lalu masukkan ke dalam adonan biang yang masih panas.
3. Uleni adonan cireng pelan-pelan hingga tepung tercampur seluruhnya.
4. Taburi tangan dengan tepung kanji, ambil sedikit adonan, pipihkan lalu isi dengan sosis, tutup kembali dan pipihkan.
5. Cubit-cubit tepian adonan cireng lalu goreng dengan api kecil hingga matang.

Here we go ^_^

Bumbu Dewa

Kali ini saya nggak post tentang makanan yang saya buat sendiri. Saya mau share bumbu andalan saya di dapur.

Saya ini pecinta bumbu instan. Jangan ditiru, ya? Hehehe...
Maklum lah, dengan dua balita, tenaga saya jadi terbatas. Blender sih ada, yang ga ada kadang bahan-bahan untuk bumbunya. Seringkali lupa dicek, ternyata entah ga punya pala, entah ga punya kunyit, entah jahenya sudah kering, jintennya sudah jamuran, dsb. Hihihi. Dan saya paling males bikin bumbu buat goreng tempe, tahu, ikan, atau ayam...duh, banyak banget yah malesnya? Hehehe. Sekali lagi, jangan ditiru, yaaa...

Bikin bumbu tempe, tahu, ayam, atau ikan itu buat saya menyiksa. Walaupun sebenarnya cuma bawang putih dan garam atau bawang putih, garam, ketumbar, dan kunyit. Menyiksanya adalah karena belakang-belakangnya bumbunya dibuang. Iya, dibuang! Emang mau dipake apa? Itu yang bikin sebel. Sudahlah effort buat nguleg bawangnya lumayan, eh ujung-ujungnya dibuang. Keliatan banget pelitnya yah? Hihihi.

Maka dari itu, waktu pertama kali mama beli bumbu jadi ini, saya senang bukan main. Ini komposisinya cuma garam, kunyit bakar (kayaknya. Soalnya ada bau sangit-sangit gitu), ketumbar, dan kemiri. Ini bumbu dasar kuning kering. Pertama kali pakai, dengan pedenya main ambil, kasih air, cemplungin tempe. Hasilnya? Buahhh, asiiiiiin amiiiit deh. Saya mengambil kesimpulan, ini kayaknya pakai garam krosok yang rasanya super asin itu. Sekarang saya pakai sedikit-sedikit saja dan pasti saya cicipi (meskipun adonannya masih mentah. Hihihi. Mungkin ini yang bikin pencernaan saya kacau).

Ke sini-sini saya menemukan bumbu ini ternyata bisa dipakai buat banyak masakan. Mulai dari goreng tempe, bikin bakwan, soto, gule, dll. Walaupun harus tetap ditambah bawang dan kroco-kroconya. Makin cinta lah saya dengan bumbu ini. Selain karena praktis, dia  juga bebas pengawet, pewarna, msg. Suka deh. Makanya dinamain bumbu dewa karena tanpa bumbu ini, saya manyun kalau harus bikin gorengan. Segitunya banget, yah? Hihihi.

Dan mamaku yang super baik juga setia ngirim bumbu-bumbu ini  dari Malang via paket ke Jakarta. Emang di Jakarta ga ada? Ada kali, ya...tapi saya ga tahu mutunya. Lagipula, bumbu ini belinya di mbah-mbah yang lewat depan rumah. Beliau pun ga setiap hari jualannya. Kadang seminggu sekali, dua minggu sekali, nggak tentu. Yaah, itung-itung bagi-bagi rizqi buat beliau. ^_^

Wednesday, October 29, 2014

Rujak Lotek

Di suatu siang yang panas di mana matahari bersinar cukup terik, mata saya tiba-tiba menangkap sebuah gambar di grup NCC. Gambar apakah itu saudara-saudara? Yak, itu adalah gambar petis ikan!
Petis ikan?
Iya, kamuuu...
Ehh...
Iya, petis ikan! Itu lhooo petis merah yang kalo ditarik bisa molor panjang kayak gulali...khas Madura.

Ceritanya ada yg nanya di grup FB itu. Kira-kira si petis bisa dimasak apa. Dan otak penasaranku pun bekerja, teringat pada petis ikan pemberian tetangga di kontrakan lama beberapa bulan yang lalu. Byuh! Maklum, saudara-saudara...saya ini orangnya agak males nyari resep. Jadi kalo pas nemu resep oke tanpa sengaja, langsung deh disimpen. Kok ya ndilalah ga pernah ada yg share resep berbahan dasar petis ikan di grup atau blog yang saya ikutin. Hihihi. Yaah, sampai ada post tentang petis ikan itu, barulah saya berasa ditampar. Saya tiba-tiba dapat resep rujak lotek dari salah tiga atau empat komentator di post tersebut. Hehehe

Besoknya saya langsung beli kangkung di abang sayur. Seiket aja, namanya juga percobaan. Hehe. Saya juga beli tauge, ga banyak. Tapi karena sibuk beberes rumah dan ngurusin duo balita, lupa deh masak loteknya. Dan taugenya berakhir mengenaskan. Karena kulkas masih rusak, jadi si tauge pada busuk. Ya sudahlah, besoknya saya niat bener-bener untuk bikin rujak lotek ini dengan kangkung, sisa kol (yang notabene udah sekitar sebulan dibeli tapi masih awet karena ga dipotong, tapi dilepas per kuntum sesuai kebutuhan), dan kacang panjang. Dan dikarenakan saya males goreng kacang dan nguleg kacang sampai halus, saya pakai bumbu gado-gado instan merk Echo yang dikirim mama sebulan lalu.

Rujak lotek ini mirip gado-gado betawi yang cenderung asin karena petis ikan ini rasanya super asin. Ini dia resepnya, saya kemarin masukin asal saja. Tapi setelah diingat-ingat, jadinya begini. Ini untuk dua porsi.

Rujak Lotek

Bahan-bahan :
1 ikat kangkung, siangi, cuci bersih
1/2 buah kol, iris tipis
6 buah kacang panjang, potong-potong
(bisa tambahkan setangkup tauge bila suka)

Pelengkap (tambahkan bila suka) :
1 buah lontong, potong-potong.
Tahu goreng
Ikan asin bulu ayam goreng

Bumbu halus :
2 sdm kacang tanah, goreng, haluskan
2 buah cabe rawit merah (bisa ditambah bila suka pedas)
1 sdt gula merah (bisa ditambah bila lebih suka citarasa manis)
1 sdm petis ikan Madura
4 sdm air panas

Cara Membuat :
1. Rebus sayuran secara bergantian, sisihkan.
2. Uleg bumbu halus. Tambahkan air, aduk rata.
3. Tata sayuran di atas piring, siram dengan bumbu. Sajikan dengan pelengkap.

Mencoba Aktif

Yeaaay...
Akhirnya install aplikasi Blogger di HP Gayung ini...
Prok prok prok
^_^

Blog ini sudah dianggurin bertahun-tahun, saudarah-saudarahhh...
Bukan apa-apa...si empunya blog alias sayah emang orangnya super ribet. Apalagi dengan adanya dua balita yang unyu-unyu, duuh tak kuasa aku (gaya Abang Saleh) hehehe

AlhamduliLlah, meskipun dua balita saya masih tetap menjadi balita hihihi tapi kiniiii bisa laaah sambil ngetik sehuruf dua huruf di blog (tetep ga mutu yah? Hehe). Tapi paling tidak, konsep sudah terbayang, tinggal eksekusi. Semoga bisa istiqamah untuk bisa share inspirasi di sini, yah? Doakan sayaaaaa... ^_^

Akhirul kalam. BismiLlahirrahmanirrahiim...ankahtuka... #ehhh #SalahKalimat
Saya aktifkan kembali blog ini, dengan izin Allah.

Semangaaaat nuliiiis *\(^^)/*
Mudahkan, Yaa Allah...

Friday, October 24, 2014

Testing

Lagi ngetes applikasi Blogger. Semoga berjalan sebagaimana mestinya. Hehe