Pages

Subscribe:

Labels

food (8) Family (7) Muslimah (3) anak (2)

Checkout these posts

  • Choco Pancake

    Pancake rasa coklat dengan lelehan susu kental manis dan meises yang lumer di mulut sangat cocok untuk sarapan penuh kalori yang akan memberi energi untuk beraktivitas sepanjang pagi

  • Duis non justo nec auge

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

  • Vicaris Vacanti Vestibulum

    Sed dignissim mauris nec velit ultrices id euismod orci iaculis. Aliquam ut justo id massa consectetur pellentesque pharetra ullamcorper nisl...

Friday, October 31, 2014

Cireng Isi Sosis

Waktu eker-eker di dapur, tiba-tiba saya menemukan seplastik tepung sagu seberat seperempat kilo. Hmm...bikin apa, ya?

Bakso? Ga punya daging.

Cilok Malang? Sama, ga ada dagingnya.

Cilok Bandung? Terlalu biasahh...hehe

Pempek? Tengirinya mahal. Hihihi

Aha!
Cireng!

Tapi cireng yang biasa udah pernah buat. Penginnya sih bikin cireng diisi keju tapi, liat dompet kok agak mengenaskan. Ya sudahlah, diisi sosis aja... ^_^

Cireng Isi Sosis

Bahan biang :
75 gr tepung kanji
150 ml air
2 siung bawang putih
Garam secukupnya

Bahan cireng :
120 gr tepung kanji
1 buah daun bawang, iris tipis
Kaldu bubuk bila suka

Isian :
3 buah sosis siap makan, potong sesuai selera.

Cara membuat :
1. Untuk bahan biang >>> Didihkan air, masukkan tepung kanji dalam keadaan api mati, aduk cepat hingga adonan menjadi seperti lem.
2. Campurkan tepung kanji, kaldu bubuk, dan daun bawang lalu masukkan ke dalam adonan biang yang masih panas.
3. Uleni adonan cireng pelan-pelan hingga tepung tercampur seluruhnya.
4. Taburi tangan dengan tepung kanji, ambil sedikit adonan, pipihkan lalu isi dengan sosis, tutup kembali dan pipihkan.
5. Cubit-cubit tepian adonan cireng lalu goreng dengan api kecil hingga matang.

Here we go ^_^

Bumbu Dewa

Kali ini saya nggak post tentang makanan yang saya buat sendiri. Saya mau share bumbu andalan saya di dapur.

Saya ini pecinta bumbu instan. Jangan ditiru, ya? Hehehe...
Maklum lah, dengan dua balita, tenaga saya jadi terbatas. Blender sih ada, yang ga ada kadang bahan-bahan untuk bumbunya. Seringkali lupa dicek, ternyata entah ga punya pala, entah ga punya kunyit, entah jahenya sudah kering, jintennya sudah jamuran, dsb. Hihihi. Dan saya paling males bikin bumbu buat goreng tempe, tahu, ikan, atau ayam...duh, banyak banget yah malesnya? Hehehe. Sekali lagi, jangan ditiru, yaaa...

Bikin bumbu tempe, tahu, ayam, atau ikan itu buat saya menyiksa. Walaupun sebenarnya cuma bawang putih dan garam atau bawang putih, garam, ketumbar, dan kunyit. Menyiksanya adalah karena belakang-belakangnya bumbunya dibuang. Iya, dibuang! Emang mau dipake apa? Itu yang bikin sebel. Sudahlah effort buat nguleg bawangnya lumayan, eh ujung-ujungnya dibuang. Keliatan banget pelitnya yah? Hihihi.

Maka dari itu, waktu pertama kali mama beli bumbu jadi ini, saya senang bukan main. Ini komposisinya cuma garam, kunyit bakar (kayaknya. Soalnya ada bau sangit-sangit gitu), ketumbar, dan kemiri. Ini bumbu dasar kuning kering. Pertama kali pakai, dengan pedenya main ambil, kasih air, cemplungin tempe. Hasilnya? Buahhh, asiiiiiin amiiiit deh. Saya mengambil kesimpulan, ini kayaknya pakai garam krosok yang rasanya super asin itu. Sekarang saya pakai sedikit-sedikit saja dan pasti saya cicipi (meskipun adonannya masih mentah. Hihihi. Mungkin ini yang bikin pencernaan saya kacau).

Ke sini-sini saya menemukan bumbu ini ternyata bisa dipakai buat banyak masakan. Mulai dari goreng tempe, bikin bakwan, soto, gule, dll. Walaupun harus tetap ditambah bawang dan kroco-kroconya. Makin cinta lah saya dengan bumbu ini. Selain karena praktis, dia  juga bebas pengawet, pewarna, msg. Suka deh. Makanya dinamain bumbu dewa karena tanpa bumbu ini, saya manyun kalau harus bikin gorengan. Segitunya banget, yah? Hihihi.

Dan mamaku yang super baik juga setia ngirim bumbu-bumbu ini  dari Malang via paket ke Jakarta. Emang di Jakarta ga ada? Ada kali, ya...tapi saya ga tahu mutunya. Lagipula, bumbu ini belinya di mbah-mbah yang lewat depan rumah. Beliau pun ga setiap hari jualannya. Kadang seminggu sekali, dua minggu sekali, nggak tentu. Yaah, itung-itung bagi-bagi rizqi buat beliau. ^_^

Wednesday, October 29, 2014

Rujak Lotek

Di suatu siang yang panas di mana matahari bersinar cukup terik, mata saya tiba-tiba menangkap sebuah gambar di grup NCC. Gambar apakah itu saudara-saudara? Yak, itu adalah gambar petis ikan!
Petis ikan?
Iya, kamuuu...
Ehh...
Iya, petis ikan! Itu lhooo petis merah yang kalo ditarik bisa molor panjang kayak gulali...khas Madura.

Ceritanya ada yg nanya di grup FB itu. Kira-kira si petis bisa dimasak apa. Dan otak penasaranku pun bekerja, teringat pada petis ikan pemberian tetangga di kontrakan lama beberapa bulan yang lalu. Byuh! Maklum, saudara-saudara...saya ini orangnya agak males nyari resep. Jadi kalo pas nemu resep oke tanpa sengaja, langsung deh disimpen. Kok ya ndilalah ga pernah ada yg share resep berbahan dasar petis ikan di grup atau blog yang saya ikutin. Hihihi. Yaah, sampai ada post tentang petis ikan itu, barulah saya berasa ditampar. Saya tiba-tiba dapat resep rujak lotek dari salah tiga atau empat komentator di post tersebut. Hehehe

Besoknya saya langsung beli kangkung di abang sayur. Seiket aja, namanya juga percobaan. Hehe. Saya juga beli tauge, ga banyak. Tapi karena sibuk beberes rumah dan ngurusin duo balita, lupa deh masak loteknya. Dan taugenya berakhir mengenaskan. Karena kulkas masih rusak, jadi si tauge pada busuk. Ya sudahlah, besoknya saya niat bener-bener untuk bikin rujak lotek ini dengan kangkung, sisa kol (yang notabene udah sekitar sebulan dibeli tapi masih awet karena ga dipotong, tapi dilepas per kuntum sesuai kebutuhan), dan kacang panjang. Dan dikarenakan saya males goreng kacang dan nguleg kacang sampai halus, saya pakai bumbu gado-gado instan merk Echo yang dikirim mama sebulan lalu.

Rujak lotek ini mirip gado-gado betawi yang cenderung asin karena petis ikan ini rasanya super asin. Ini dia resepnya, saya kemarin masukin asal saja. Tapi setelah diingat-ingat, jadinya begini. Ini untuk dua porsi.

Rujak Lotek

Bahan-bahan :
1 ikat kangkung, siangi, cuci bersih
1/2 buah kol, iris tipis
6 buah kacang panjang, potong-potong
(bisa tambahkan setangkup tauge bila suka)

Pelengkap (tambahkan bila suka) :
1 buah lontong, potong-potong.
Tahu goreng
Ikan asin bulu ayam goreng

Bumbu halus :
2 sdm kacang tanah, goreng, haluskan
2 buah cabe rawit merah (bisa ditambah bila suka pedas)
1 sdt gula merah (bisa ditambah bila lebih suka citarasa manis)
1 sdm petis ikan Madura
4 sdm air panas

Cara Membuat :
1. Rebus sayuran secara bergantian, sisihkan.
2. Uleg bumbu halus. Tambahkan air, aduk rata.
3. Tata sayuran di atas piring, siram dengan bumbu. Sajikan dengan pelengkap.

Mencoba Aktif

Yeaaay...
Akhirnya install aplikasi Blogger di HP Gayung ini...
Prok prok prok
^_^

Blog ini sudah dianggurin bertahun-tahun, saudarah-saudarahhh...
Bukan apa-apa...si empunya blog alias sayah emang orangnya super ribet. Apalagi dengan adanya dua balita yang unyu-unyu, duuh tak kuasa aku (gaya Abang Saleh) hehehe

AlhamduliLlah, meskipun dua balita saya masih tetap menjadi balita hihihi tapi kiniiii bisa laaah sambil ngetik sehuruf dua huruf di blog (tetep ga mutu yah? Hehe). Tapi paling tidak, konsep sudah terbayang, tinggal eksekusi. Semoga bisa istiqamah untuk bisa share inspirasi di sini, yah? Doakan sayaaaaa... ^_^

Akhirul kalam. BismiLlahirrahmanirrahiim...ankahtuka... #ehhh #SalahKalimat
Saya aktifkan kembali blog ini, dengan izin Allah.

Semangaaaat nuliiiis *\(^^)/*
Mudahkan, Yaa Allah...

Friday, October 24, 2014

Testing

Lagi ngetes applikasi Blogger. Semoga berjalan sebagaimana mestinya. Hehe